Sejak 7 tahun kami menikah dan mempunyai anak.. Bahasan pendidikan dalam keluarga memang menjadi bahasan utama saat itu, kami kurang sepaham dengan sistem pendidikan sekolah saat ini yang cenderung menjadikan anak2 hanya menjadi pendengar dan penurut saja. Bahkan pengaruh lingkungan tanpa pantauan orang tua juga sangat pengerahuh di sekolah. Sejak anak lahir dan berusia 2 tahun.. Alhamdulillah kami di temukan dengan kata home schooling. Waah apa itu? Menarik sekali.. Bisa tanpa sekolah tapi punya ijazah? ?Kami pun belajar dari sumber mana saja.. Termasuk skrg belajar dari padepokanmargosari, krn anak kami yang pertama sudah memasuki usia 6tahun..kamipun harus lebih serius menata kurikulum dan jalur apa yg di ambil? Kalo hs? Baiklah. .
Harus lebih banyak belajar.. Agar tak keblinger dengan terlalu santai tanpa tuntutan.
Semalam ngobrol bareng di grub SFHF 3, hanya obrolan sebentar tapi begitu membuka mata saya akan makna sebuah pendidikan.
Di jelaskan Kata salah satu member bahwa
*Home Based Education* adalah pendidikan berbasis rumah. Yaitu amanah dan kesejatian peran dari setiap orangtua yg tak tergantikan oleh siapapun dan tdk bisa didelegasikan kepada siapapun.
_*Wajib bagi setiap keluarga*_
*Homeschooling* adalah sebuah keluarga yang *memilih* untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya.
"Terus perlu ga kurikulum untuk keluarga? " kata bu septi.
Perluuuuu... .Banget.. Makanya kami ingin lebih detail belajar tentang kurikulum untuk anak homeschooling
Bu Septi pun memberikan referensi bacaan tentang education 1.0 2.0 dan 3.0. Sediiih. ..Ternyata aq baru tau.. .Kemana aja aq selama ini :(, ternyata tipe itu membedakan gaya pembelajaran yang seperti apa.. Mau di suapin... Sama2..atau aktif mencari sendiri. Seperti gaya ngobrol tadi malampun.. Adalah bertipe tanya jawab yang membuat member harus aktif ikut berpikir juga. Itulah tantangan kami sebagai pembelajar di suapin.. Tapi berharap bisa memberikan pendidikan tipe aktif mencari sendiri untuk anak2 :*
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 06 Februari 2017
Tantangan komunikasi produktif hari ke 10
Seperti hari2 kemaren... Kami bisa berkomunikasi intens itu di waktu pagi menjelang suami berangkar kerja, dan beberapa waktu terakhir ini kami belum berhasil komunikasi intens di malam hari yang hanya berdua membahas masa depan lebih detail karena selalu tertidur setelah menidurkan anak2.
Poin yang kami bicarakan adalah :
1. Kita tidak bisa menjadi apa yang di sukai banyak orang, jika kita menjadi yang di sukai semua orang bisa jadi kita tidak suka pada diri sendiri, karena tidak menjadi diri sendiri apa adanya.. Jadi jalani saja yang terbaik
2.mari membangun sistem yang lebih baik lagi... Untuk sistem keuangan dan sistem pendidikan dalam keluarga, agar ke2nya berjalan terbalik yang kami harapkan
3. Ketika kita infoin menemukan passion anak, ikutkanlah dia pada pembelajaran2 yang dia inginkan
Komunikasi dengan anak :
"Kk... Bicaralah dengan kata yang jelas maka ayah bunda akan tau apa yang kk inginkan.."
"dede... Bunda akan tetap buka pintu kamar mandi ini, adek balikin dulu sendalnya ke luar ya..." dan ketika adek kembali masuk rumah, kamar mandi masih aq buka, karena aq ingin selalu jujur dengan anak :)
#tantanganharike10
#komunikasiprofuktif
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Poin yang kami bicarakan adalah :
1. Kita tidak bisa menjadi apa yang di sukai banyak orang, jika kita menjadi yang di sukai semua orang bisa jadi kita tidak suka pada diri sendiri, karena tidak menjadi diri sendiri apa adanya.. Jadi jalani saja yang terbaik
2.mari membangun sistem yang lebih baik lagi... Untuk sistem keuangan dan sistem pendidikan dalam keluarga, agar ke2nya berjalan terbalik yang kami harapkan
3. Ketika kita infoin menemukan passion anak, ikutkanlah dia pada pembelajaran2 yang dia inginkan
Komunikasi dengan anak :
"Kk... Bicaralah dengan kata yang jelas maka ayah bunda akan tau apa yang kk inginkan.."
"dede... Bunda akan tetap buka pintu kamar mandi ini, adek balikin dulu sendalnya ke luar ya..." dan ketika adek kembali masuk rumah, kamar mandi masih aq buka, karena aq ingin selalu jujur dengan anak :)
#tantanganharike10
#komunikasiprofuktif
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 10
Seperti hari2 kemaren... Kami bisa berkomunikasi intens itu di waktu pagi menjelang suami berangkar kerja, dan beberapa waktu terakhir ini kami belum berhasil komunikasi intens di malam hari yang hanya berdua membahas masa depan lebih detail karena selalu tertidur setelah menidurkan anak2.
Poin yang kami bicarakan adalah :
1. Kita tidak bisa menjadi apa yang di sukai banyak orang, jika kita menjadi yang di sukai semua orang bisa jadi kita tidak suka pada diri sendiri, karena tidak menjadi diri sendiri apa adanya.. Jadi jalani saja yang terbaik
2.mari membangun sistem yang lebih baik lagi... Untuk sistem keuangan dan sistem pendidikan dalam keluarga, agar ke2nya berjalan terbalik yang kami harapkan
3. Ketika kita infoin menemukan passion anak, ikutkanlah dia pada pembelajaran2 yang dia inginkan
Komunikasi dengan anak :
"Kk... Bicaralah dengan kata yang jelas maka ayah bunda akan tau apa yang kk inginkan.."
"dede... Bunda akan tetap buka pintu kamar mandi ini, adek balikin dulu sendalnya ke luar ya..." dan ketika adek kembali masuk rumah, kamar mandi masih aq buka, karena aq ingin selalu jujur dengan anak :)
#tantanganharike10
#komunikasiprofuktif
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Poin yang kami bicarakan adalah :
1. Kita tidak bisa menjadi apa yang di sukai banyak orang, jika kita menjadi yang di sukai semua orang bisa jadi kita tidak suka pada diri sendiri, karena tidak menjadi diri sendiri apa adanya.. Jadi jalani saja yang terbaik
2.mari membangun sistem yang lebih baik lagi... Untuk sistem keuangan dan sistem pendidikan dalam keluarga, agar ke2nya berjalan terbalik yang kami harapkan
3. Ketika kita infoin menemukan passion anak, ikutkanlah dia pada pembelajaran2 yang dia inginkan
Komunikasi dengan anak :
"Kk... Bicaralah dengan kata yang jelas maka ayah bunda akan tau apa yang kk inginkan.."
"dede... Bunda akan tetap buka pintu kamar mandi ini, adek balikin dulu sendalnya ke luar ya..." dan ketika adek kembali masuk rumah, kamar mandi masih aq buka, karena aq ingin selalu jujur dengan anak :)
#tantanganharike10
#komunikasiprofuktif
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Rabu, 01 Februari 2017
Tantangan komunikasi produktif hari ke 7
Pagi... Iya hari2 ini kami cuma punya waktu pagi yang sesaat untuk berkomunikasi intime, karena malam... Beberapa hari ini sang ayah di kuasai anak2. Hehehe dan saat anak sudah tidur saya juga ikutan tertidur :D Poin yang di dapat : 1. Jika kita memilih mengikuti kurikulum TAM untuk pendidikan anak, boleh, namun tetap tidak keluar dari prinsip homeschooling kita, yaitu anak belajar dengan bahagia, belajar dengan ceria 2. Harus bisa mengontrol membeli buku sesuai yang kita butuhkan dan mau kita baca, jangan sampai membeli buku namun tidak minat kita baca karena hanya akan mubazir terpajang di rak buku 3. Jika memiliki acara tandai atau kirim ke suami waktunya jauh2 hari agar tidak bentrok dengan jadwal piket kantor suami 4. Terus pupuk rasa ingin belajar, karena dengan kita merasa kurang kita akan terus ingin menggali ilmu 5. Abaikan penilaian orang lain, kita memilih prinsip hidup kita sendiri yang benar menurut pemikiran dan pembelajaran yang kami lalui Komunikasi dengan anak : 1. Bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan, adalah di catat sama malaikat, kalo kita baik.. Di catat baik oleh malaikat di tangan kanan kita, kalo kita ga baik Akan di catat oleh malaikat di tangan kiri kita,dan menjawapkarena pertanyaanya bahwa malaikat alah mahluk Alloh yang patuh sama Alloh 2. Selalu menjawab pertanyaanya dengan logika yang bisa di terimanya, tidak asala menjawab yang akan membuatnya salah kaprah, sepwrti pertaanya kenapa kalo kita minum jadi pipis dan kenapa kalo kita maem jadi poop.. #harike7 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 7
Pagi... Iya hari2 ini kami cuma punya waktu pagi yang sesaat untuk berkomunikasi intime, karena malam... Beberapa hari ini sang ayah di kuasai anak2. Hehehe dan saat anak sudah tidur saya juga ikutan tertidur :D
Poin yang di dapat :
1. Jika kita memilih mengikuti kurikulum TAM untuk pendidikan anak, boleh, namun tetap tidak keluar dari prinsip homeschooling kita, yaitu anak belajar dengan bahagia, belajar dengan ceria
2. Harus bisa mengontrol membeli buku sesuai yang kita butuhkan dan mau kita baca, jangan sampai membeli buku namun tidak minat kita baca karena hanya akan mubazir terpajang di rak buku
3. Jika memiliki acara tandai atau kirim ke suami waktunya jauh2 hari agar tidak bentrok dengan jadwal piket kantor suami
4. Terus pupuk rasa ingin belajar, karena dengan kita merasa kurang kita akan terus ingin menggali ilmu
5. Abaikan penilaian orang lain, kita memilih prinsip hidup kita sendiri yang benar menurut pemikiran dan pembelajaran yang kami lalui
Komunikasi dengan anak :
1. Bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan, adalah di catat sama malaikat, kalo kita baik.. Di catat baik oleh malaikat di tangan kanan kita, kalo kita ga baik Akan di catat oleh malaikat di tangan kiri kita,dan menjawapkarena pertanyaanya bahwa malaikat alah mahluk Alloh yang patuh sama Alloh
2. Selalu menjawab pertanyaanya dengan logika yang bisa di terimanya, tidak asala menjawab yang akan membuatnya salah kaprah, sepwrti pertaanya kenapa kalo kita minum jadi pipis dan kenapa kalo kita maem jadi poop..
#harike7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Senin, 30 Januari 2017
Tantangan komunikasi produktif hari ke 6
Pagi ini di temani secangkir kopi, mempersiapkan keperluan suami berangkat kerja, kami sempatkan berkomunikasi.
Ga sempat terfoto apa lagi tervideo memang kalo lagi berduaan malahan :D, hehe
Poin yang di dapat pada obrolan ringan pagi ini adalah
1. Re seat webinar homeschooling, dimana sering kali video, materi dan potcast sudah ada namun perlu di pupuk kembali, untik menambahkan semangat kembali bertemu dengan orang2 yang sepemikiran dengan kami, lebih2 kami ingin mendapatkan komunitas homeschooling yang dekat dengan area kami yaitu di cileungsi cibubur
2. Pembagian tugas, jika tentang uruaan otomotif jelas suami lah yang paling mengerti dan paling bertanggung jawab atas kendaraan2 kami, dengan cara merwat dan menjaganya, maka saya sebagai istri perlu memberikan waktu dan menjaga anak2 sesaat ketika sang ayah harus sejenak mengurus kendaraan
3. Urusan domesti rumah tangga, dan kegiatan anak2 di rumah jelaslah menjadi tanggung jawab saya sebagai ibu, dan sebagai guru mereka saat ini.
4. Ketika week end datang... Mungkin saat sang suami ingin istirahat dari kerjaan senin - jumat, namun ketika sang istri memiliki jadwal di hari liburnya, maka ada yang perlu di ikhlaskan dan menikmatinya bersama, seringkali suami saya mengikhlaskan waktu istirahat di rumahnya dengan menemani acara2 saya, karena beliau berpikir... Saya hanya punya waktu aabtu dan minggu saja untuk bisa menghirup segar dan merefresh dari hiruk pikuk pelerjaan rumah tangga, sedangkan ketika suami bekerja di luar, meskipun capek, beliau masih bisa menghirup kebebasan beristirajat di sela2 kerjanya.
Komunikasi dengan anak hari ini poin yang di dapat
1. Jika kk menginginkan sesuatu berdoanya sama Alloh, minta apa saja ke Alloh karena Alloh maha kaya, biar Alloh yang memberikan barang itu jika menurut Alloh itu perlu, sama kaya kemaren kk fiza minta boneka khafiza setelah sholay, alhamdulillah Alloh kasih boneka itu lewat rezeki ayah dan bunda
Komunikasi dengan elqi, saya masih berusaha mengkomuniasikan dengan dia tentamg toilet training, tentang bicara jika ia menginginkan sesuatu
#harike6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Ga sempat terfoto apa lagi tervideo memang kalo lagi berduaan malahan :D, hehe
Poin yang di dapat pada obrolan ringan pagi ini adalah
1. Re seat webinar homeschooling, dimana sering kali video, materi dan potcast sudah ada namun perlu di pupuk kembali, untik menambahkan semangat kembali bertemu dengan orang2 yang sepemikiran dengan kami, lebih2 kami ingin mendapatkan komunitas homeschooling yang dekat dengan area kami yaitu di cileungsi cibubur
2. Pembagian tugas, jika tentang uruaan otomotif jelas suami lah yang paling mengerti dan paling bertanggung jawab atas kendaraan2 kami, dengan cara merwat dan menjaganya, maka saya sebagai istri perlu memberikan waktu dan menjaga anak2 sesaat ketika sang ayah harus sejenak mengurus kendaraan
3. Urusan domesti rumah tangga, dan kegiatan anak2 di rumah jelaslah menjadi tanggung jawab saya sebagai ibu, dan sebagai guru mereka saat ini.
4. Ketika week end datang... Mungkin saat sang suami ingin istirahat dari kerjaan senin - jumat, namun ketika sang istri memiliki jadwal di hari liburnya, maka ada yang perlu di ikhlaskan dan menikmatinya bersama, seringkali suami saya mengikhlaskan waktu istirahat di rumahnya dengan menemani acara2 saya, karena beliau berpikir... Saya hanya punya waktu aabtu dan minggu saja untuk bisa menghirup segar dan merefresh dari hiruk pikuk pelerjaan rumah tangga, sedangkan ketika suami bekerja di luar, meskipun capek, beliau masih bisa menghirup kebebasan beristirajat di sela2 kerjanya.
Komunikasi dengan anak hari ini poin yang di dapat
1. Jika kk menginginkan sesuatu berdoanya sama Alloh, minta apa saja ke Alloh karena Alloh maha kaya, biar Alloh yang memberikan barang itu jika menurut Alloh itu perlu, sama kaya kemaren kk fiza minta boneka khafiza setelah sholay, alhamdulillah Alloh kasih boneka itu lewat rezeki ayah dan bunda
Komunikasi dengan elqi, saya masih berusaha mengkomuniasikan dengan dia tentamg toilet training, tentang bicara jika ia menginginkan sesuatu
#harike6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 6
Pagi ini di temani secangkir kopi, mempersiapkan keperluan suami berangkat kerja, kami sempatkan berkomunikasi.
Ga sempat terfoto apa lagi tervideo memang kalo lagi berduaan malahan :D, hehe
Poin yang di dapat pada obrolan ringan pagi ini adalah
1. Re seat webinar homeschooling, dimana sering kali video, materi dan potcast sudah ada namun perlu di pupuk kembali, untik menambahkan semangat kembali bertemu dengan orang2 yang sepemikiran dengan kami, lebih2 kami ingin mendapatkan komunitas homeschooling yang dekat dengan area kami yaitu di cileungsi cibubur
2. Pembagian tugas, jika tentang uruaan otomotif jelas suami lah yang paling mengerti dan paling bertanggung jawab atas kendaraan2 kami, dengan cara merwat dan menjaganya, maka saya sebagai istri perlu memberikan waktu dan menjaga anak2 sesaat ketika sang ayah harus sejenak mengurus kendaraan
3. Urusan domesti rumah tangga, dan kegiatan anak2 di rumah jelaslah menjadi tanggung jawab saya sebagai ibu, dan sebagai guru mereka saat ini.
4. Ketika week end datang... Mungkin saat sang suami ingin istirahat dari kerjaan senin - jumat, namun ketika sang istri memiliki jadwal di hari liburnya, maka ada yang perlu di ikhlaskan dan menikmatinya bersama, seringkali suami saya mengikhlaskan waktu istirahat di rumahnya dengan menemani acara2 saya, karena beliau berpikir... Saya hanya punya waktu aabtu dan minggu saja untuk bisa menghirup segar dan merefresh dari hiruk pikuk pelerjaan rumah tangga, sedangkan ketika suami bekerja di luar, meskipun capek, beliau masih bisa menghirup kebebasan beristirajat di sela2 kerjanya.
Komunikasi dengan anak hari ini poin yang di dapat
1. Jika kk menginginkan sesuatu berdoanya sama Alloh, minta apa saja ke Alloh karena Alloh maha kaya, biar Alloh yang memberikan barang itu jika menurut Alloh itu perlu, sama kaya kemaren kk fiza minta boneka khafiza setelah sholay, alhamdulillah Alloh kasih boneka itu lewat rezeki ayah dan bunda
Komunikasi dengan elqi, saya masih berusaha mengkomuniasikan dengan dia tentamg toilet training, tentang bicara jika ia menginginkan sesuatu
#harike6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Ga sempat terfoto apa lagi tervideo memang kalo lagi berduaan malahan :D, hehe
Poin yang di dapat pada obrolan ringan pagi ini adalah
1. Re seat webinar homeschooling, dimana sering kali video, materi dan potcast sudah ada namun perlu di pupuk kembali, untik menambahkan semangat kembali bertemu dengan orang2 yang sepemikiran dengan kami, lebih2 kami ingin mendapatkan komunitas homeschooling yang dekat dengan area kami yaitu di cileungsi cibubur
2. Pembagian tugas, jika tentang uruaan otomotif jelas suami lah yang paling mengerti dan paling bertanggung jawab atas kendaraan2 kami, dengan cara merwat dan menjaganya, maka saya sebagai istri perlu memberikan waktu dan menjaga anak2 sesaat ketika sang ayah harus sejenak mengurus kendaraan
3. Urusan domesti rumah tangga, dan kegiatan anak2 di rumah jelaslah menjadi tanggung jawab saya sebagai ibu, dan sebagai guru mereka saat ini.
4. Ketika week end datang... Mungkin saat sang suami ingin istirahat dari kerjaan senin - jumat, namun ketika sang istri memiliki jadwal di hari liburnya, maka ada yang perlu di ikhlaskan dan menikmatinya bersama, seringkali suami saya mengikhlaskan waktu istirahat di rumahnya dengan menemani acara2 saya, karena beliau berpikir... Saya hanya punya waktu aabtu dan minggu saja untuk bisa menghirup segar dan merefresh dari hiruk pikuk pelerjaan rumah tangga, sedangkan ketika suami bekerja di luar, meskipun capek, beliau masih bisa menghirup kebebasan beristirajat di sela2 kerjanya.
Komunikasi dengan anak hari ini poin yang di dapat
1. Jika kk menginginkan sesuatu berdoanya sama Alloh, minta apa saja ke Alloh karena Alloh maha kaya, biar Alloh yang memberikan barang itu jika menurut Alloh itu perlu, sama kaya kemaren kk fiza minta boneka khafiza setelah sholay, alhamdulillah Alloh kasih boneka itu lewat rezeki ayah dan bunda
Komunikasi dengan elqi, saya masih berusaha mengkomuniasikan dengan dia tentamg toilet training, tentang bicara jika ia menginginkan sesuatu
#harike6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 5
Komunikasi ini kami lakukan spulang dari perjalanan kopdar graduation day Iip
Poin yang kami dapat :
1. Mengikuti sebuah komunitas itu perlu, untuk memupuk semangat belajar kita bersama sesama teman2 pembelajar, karena walopun kami tidak saling mengenal secara akrab, kami punya semangat belajar yang sama, sehingga begitulah sejatinya bertemu teman.
2. Jika ingin mengajarkan anak tentang sirah nabawiyah atau shohabiyah, maka org tua yang perlu memahami terlebih dahulu, dan menceritakan ulang ke anak sesuai dengan tahapan pemikirannya
3. Jika di dalam rumah minim gadged dan tanpa televisi, kita akan menjadi orang yang haus akan ilmu, haus buku dan bacaan karena tidak lagi tontonan spam yang masuk ke pemikiran kita
4. Anak dari ibu2 yang mau belajar, cenderung lebih tenang karena org tuanya pun belajar mengontrol emosi di depan anak
Dan saat komunikasi produktif dengan anak
Poin yang di dapat ;
1., mengkomunikasikan agar sabar ketika dalam perjalanan yang lama sampainya, agar tidak teras lama bisa menunggu sambil tidir atau sambil beraktivitas lainnya
2. Leboh mendengarkan dia bercerita tentang apa yang dia baru dengar atau alami (saat itu dia menceritakan tentang org hutan yang berhitung) dan saya mengapresiasi mendengarkan dengan menatap matanya, agar dia makin berbinar ketika menceritakan ulang
#harike5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 5
Komunikasi ini kami lakukan spulang dari perjalanan kopdar graduation day Iip
Poin yang kami dapat :
1. Mengikuti sebuah komunitas itu perlu, untuk memupuk semangat belajar kita bersama sesama teman2 pembelajar, karena walopun kami tidak saling mengenal secara akrab, kami punya semangat belajar yang sama, sehingga begitulah sejatinya bertemu teman.
2. Jika ingin mengajarkan anak tentang sirah nabawiyah atau shohabiyah, maka org tua yang perlu memahami terlebih dahulu, dan menceritakan ulang ke anak sesuai dengan tahapan pemikirannya
3. Jika di dalam rumah minim gadged dan tanpa televisi, kita akan menjadi orang yang haus akan ilmu, haus buku dan bacaan karena tidak lagi tontonan spam yang masuk ke pemikiran kita
4. Anak dari ibu2 yang mau belajar, cenderung lebih tenang karena org tuanya pun belajar mengontrol emosi di depan anak
Dan saat komunikasi produktif dengan anak
Poin yang di dapat ;
1., mengkomunikasikan agar sabar ketika dalam perjalanan yang lama sampainya, agar tidak teras lama bisa menunggu sambil tidir atau sambil beraktivitas lainnya
2. Leboh mendengarkan dia bercerita tentang apa yang dia baru dengar atau alami (saat itu dia menceritakan tentang org hutan yang berhitung) dan saya mengapresiasi mendengarkan dengan menatap matanya, agar dia makin berbinar ketika menceritakan ulang
#harike5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Jumat, 27 Januari 2017
Tantangan komunikasi produktif hari ke 3
Obrolan kami malam ini ga ada fotonya :D karena lagi ga sempet pegang hp.
Poin2 yang di bicarakan ;
1. Rencana field trip ke bali sebelum hamil nya gede
2. Membahas kurikulum TAM untuk sekolah online fiza
3. Membahas kegiatan homeschooling anak dengan pembagian bila tentang akhlak dan siroh, gurunya adalah ayah karena beliau lebih memahami
4. Mematangkan jadwal kegiatan anak di atas pekerjaan domestic dan media sosial
Komunikasi dengan anak
Poin yang di dapat :
1. Setiap kegiatan itu ada waktunya, ada waktunya maen, ada waktunya belajar, ada waktunya berkreatifitas, dan semua waktu adalah di niatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT
2. Membahas tentang sekolah online lewat komputer yang akan dia jalanin.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Poin2 yang di bicarakan ;
1. Rencana field trip ke bali sebelum hamil nya gede
2. Membahas kurikulum TAM untuk sekolah online fiza
3. Membahas kegiatan homeschooling anak dengan pembagian bila tentang akhlak dan siroh, gurunya adalah ayah karena beliau lebih memahami
4. Mematangkan jadwal kegiatan anak di atas pekerjaan domestic dan media sosial
Komunikasi dengan anak
Poin yang di dapat :
1. Setiap kegiatan itu ada waktunya, ada waktunya maen, ada waktunya belajar, ada waktunya berkreatifitas, dan semua waktu adalah di niatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT
2. Membahas tentang sekolah online lewat komputer yang akan dia jalanin.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 3
Obrolan kami malam ini ga ada fotonya :D karena lagi ga sempet pegang hp.
Poin2 yang di bicarakan ;
1. Rencana field trip ke bali sebelum hamil nya gede
2. Membahas kurikulum TAM untuk sekolah online fiza
3. Membahas kegiatan homeschooling anak dengan pembagian bila tentang akhlak dan siroh, gurunya adalah ayah karena beliau lebih memahami
4. Mematangkan jadwal kegiatan anak di atas pekerjaan domestic dan media sosial
Komunikasi dengan anak
Poin yang di dapat :
1. Setiap kegiatan itu ada waktunya, ada waktunya maen, ada waktunya belajar, ada waktunya berkreatifitas, dan semua waktu adalah di niatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT
2. Membahas tentang sekolah online lewat komputer yang akan dia jalanin.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Poin2 yang di bicarakan ;
1. Rencana field trip ke bali sebelum hamil nya gede
2. Membahas kurikulum TAM untuk sekolah online fiza
3. Membahas kegiatan homeschooling anak dengan pembagian bila tentang akhlak dan siroh, gurunya adalah ayah karena beliau lebih memahami
4. Mematangkan jadwal kegiatan anak di atas pekerjaan domestic dan media sosial
Komunikasi dengan anak
Poin yang di dapat :
1. Setiap kegiatan itu ada waktunya, ada waktunya maen, ada waktunya belajar, ada waktunya berkreatifitas, dan semua waktu adalah di niatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT
2. Membahas tentang sekolah online lewat komputer yang akan dia jalanin.
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Rabu, 25 Januari 2017
Tantangan komunikasi produktif hari ke 2
Komunikasi kali ini menjelang suami berangkat kerja pagi hari, walopun hanya 30 menit kami manfaatkan untuk berkomunikasi terlebih dahulu.
Poin yang di dapat :
1. Membahas tentang calon bayi di perut bunda yang mendadak ada tanpa di rencanakan dan baru di tes tadi malam
2. Membahas keajaiban doa anak sholehah penghafal quran yang masih mudah sekali di kabulkan oleh Alloh
3. Membahas tentang cara memberi taukan ke Elqi 18 bulan terhadap adanya adek di perut yang perlu di peluk dan di cium.
4. Membahas bagaimana mungkin dengan metode coitus interuptus bisa tetap hamil, sedangkan kemungkinan itu hanya sedikit presentasenya
5. Membahas tentang manusia hanya bisa berencana dan Alloh yang menentukan
6. Membahas tentang amanah yang Alloh berikan berarti Alloh berikan juga kemampuan untuk kami
7. Membahas tentang pentingnya wanita lebih baik dirumah daripada di luar / bekerja di luar
8.membahas tentang tabungan dan investasi yang mesti di siapkan sejak dini untuk menyambut sang adek bayi
Komunikasi kali ini dengan pasangan memberikan kesiapan mental dan psikis tersendiri menghadapi kehamilan yang di luar dugaan dan belum di rencanakan :)
Komunikasi hari ke 2 dengan sang kakak pun di lakukan ketika dia sudah bangun tidur dan sesambil bermain straw rocket
Cara berkomunikasi : "kk kemaren berdoa mau adek bayi ya? alhamdulillah doa kakak di kabukan oleh Alloh, karena kk fiza rajin hafalin qurannya ya... Jadi sekarang di perut bunda ada dede nya"
Naa responnya seneng banget, langsung meluk dan nyium perut bunda sambil bertanya2 kok perut bunda gendut.. Hahaha
Dan diapun merespon dengan meminta saya istirahat kalo capek, kan perutnya lagi gendut.. Hihihi
Komunikasi hari ke 2 dengan Elqi (18 m)
Meminta Elqi kalau mau pipis di kamar mandi aja, biar celananya bisa tetep kering dan lantai juga jadi ga licin. Karena dia lagi belajar toilet training :)
Memang belum berhasil untuk berkonikasi ini ke dia, karena dia masih tetap melakukan hal yg sama, semoga dengan komunikasi dan latihan terus menerus dia akan memahaminya.
#hari2
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Poin yang di dapat :
1. Membahas tentang calon bayi di perut bunda yang mendadak ada tanpa di rencanakan dan baru di tes tadi malam
2. Membahas keajaiban doa anak sholehah penghafal quran yang masih mudah sekali di kabulkan oleh Alloh
3. Membahas tentang cara memberi taukan ke Elqi 18 bulan terhadap adanya adek di perut yang perlu di peluk dan di cium.
4. Membahas bagaimana mungkin dengan metode coitus interuptus bisa tetap hamil, sedangkan kemungkinan itu hanya sedikit presentasenya
5. Membahas tentang manusia hanya bisa berencana dan Alloh yang menentukan
6. Membahas tentang amanah yang Alloh berikan berarti Alloh berikan juga kemampuan untuk kami
7. Membahas tentang pentingnya wanita lebih baik dirumah daripada di luar / bekerja di luar
8.membahas tentang tabungan dan investasi yang mesti di siapkan sejak dini untuk menyambut sang adek bayi
Komunikasi kali ini dengan pasangan memberikan kesiapan mental dan psikis tersendiri menghadapi kehamilan yang di luar dugaan dan belum di rencanakan :)
Komunikasi hari ke 2 dengan sang kakak pun di lakukan ketika dia sudah bangun tidur dan sesambil bermain straw rocket
Cara berkomunikasi : "kk kemaren berdoa mau adek bayi ya? alhamdulillah doa kakak di kabukan oleh Alloh, karena kk fiza rajin hafalin qurannya ya... Jadi sekarang di perut bunda ada dede nya"
Naa responnya seneng banget, langsung meluk dan nyium perut bunda sambil bertanya2 kok perut bunda gendut.. Hahaha
Dan diapun merespon dengan meminta saya istirahat kalo capek, kan perutnya lagi gendut.. Hihihi
Komunikasi hari ke 2 dengan Elqi (18 m)
Meminta Elqi kalau mau pipis di kamar mandi aja, biar celananya bisa tetep kering dan lantai juga jadi ga licin. Karena dia lagi belajar toilet training :)
Memang belum berhasil untuk berkonikasi ini ke dia, karena dia masih tetap melakukan hal yg sama, semoga dengan komunikasi dan latihan terus menerus dia akan memahaminya.
#hari2
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Tantangan komunikasi produktif hari ke 2
Komunikasi kali ini menjelang suami berangkat kerja pagi hari, walopun hanya 30 menit kami manfaatkan untuk berkomunikasi terlebih dahulu.
Poin yang di dapat :
1. Membahas tentang calon bayi di perut bunda yang mendadak ada tanpa di rencanakan dan baru di tes tadi malam
2. Membahas keajaiban doa anak sholehah penghafal quran yang masih mudah sekali di kabulkan oleh Alloh
3. Membahas tentang cara memberi taukan ke Elqi 18 bulan terhadap adanya adek di perut yang perlu di peluk dan di cium.
4. Membahas bagaimana mungkin dengan metode coitus interuptus bisa tetap hamil, sedangkan kemungkinan itu hanya sedikit presentasenya
5. Membahas tentang manusia hanya bisa berencana dan Alloh yang menentukan
6. Membahas tentang amanah yang Alloh berikan berarti Alloh berikan juga kemampuan untuk kami
7. Membahas tentang pentingnya wanita lebih baik dirumah daripada di luar / bekerja di luar
8.membahas tentang tabungan dan investasi yang mesti di siapkan sejak dini untuk menyambut sang adek bayi
Poin yang di dapat :
1. Membahas tentang calon bayi di perut bunda yang mendadak ada tanpa di rencanakan dan baru di tes tadi malam
2. Membahas keajaiban doa anak sholehah penghafal quran yang masih mudah sekali di kabulkan oleh Alloh
3. Membahas tentang cara memberi taukan ke Elqi 18 bulan terhadap adanya adek di perut yang perlu di peluk dan di cium.
4. Membahas bagaimana mungkin dengan metode coitus interuptus bisa tetap hamil, sedangkan kemungkinan itu hanya sedikit presentasenya
5. Membahas tentang manusia hanya bisa berencana dan Alloh yang menentukan
6. Membahas tentang amanah yang Alloh berikan berarti Alloh berikan juga kemampuan untuk kami
7. Membahas tentang pentingnya wanita lebih baik dirumah daripada di luar / bekerja di luar
8.membahas tentang tabungan dan investasi yang mesti di siapkan sejak dini untuk menyambut sang adek bayi
Senin, 23 Januari 2017
keputusan besar telah ku ambil
Iya... Kami sudah memutuskan untuk homeschooling dengan segala tantanganya, homeschooling menjadi pilihan yang paling tepat bagi keluarga kami.. Homeschooling bukan berarti tanpa berkegiatan di luar lho?? Homeschooling adalah orang tua yang menentukan kemana arah pendidikanya akan di bawa.. Bagaimana prosesnya,,dan belajar melalui minat dan mengarahkan bakat anak.. Jadi homeschooling itu belajar asyik dimana aja, kapan saja dan dimana saja, bersama siapa saja, boleh masuk tempat les atau tidak, mau pake guru dari luar atau sendiri, boleh kegiatan offline atau online, boleh belajar dengan bermain, boleh boleh dan boleh... Semuanya boleh kecuali yang tidak boleh :D.. Belajar bisa melalui kejafian sehari2, belajar bisa di tempat wisata, belajar bisa dalam mobil, belajar bisa melalui aktifitas sehari2 juga.
keputusan besar telah ku ambil
Iya... Kami sudah memutuskan untuk homeschooling dengan segala tantanganya, homeschooling menjadi pilihan yang paling tepat bagi keluarga kami.. Homeschooling bukan berarti tanpa berkegiatan di luar lho?? Homeschooling adalah orang tua yang menentukan kemana arah pendidikanya akan di bawa.. Bagaimana prosesnya,,dan belajar melalui minat dan mengarahkan bakat anak.. Jadi homeschooling itu belajar asyik dimana aja, kapan saja dan dimana saja, bersama siapa saja, boleh masuk tempat les atau tidak, mau pake guru dari luar atau sendiri, boleh kegiatan offline atau online, boleh belajar dengan bermain, boleh boleh dan boleh... Semuanya boleh kecuali yang tidak boleh :D.. Belajar bisa melalui kejafian sehari2, belajar bisa di tempat wisata, belajar bisa dalam mobil, belajar bisa melalui aktifitas sehari2 juga.
Komunikasi intime dengan pasangan adalah salah satu kunci mendidik anak
Alhamdulillah.... Sudah 5 tahun usia pernikahan kami, udah ada 2 krucil yang menemani kami, mungkin di awal pernikahan kami masih banyak yang perlu di adaptasi, atau ada sifat yang perlu di pahami, hingga terkadang terjadi kesalahpahaman atau terjadi misskomunikasi, tapi seiring berjalan... Kami selalu memperbaiki diri, semakin belajar... Saya rasa 5 tahun sudah cukup membuat rumah tangga kami kpk sekarang damai tentrem, kayak jarang banget konflik, malah kadang seakan mencari2 problem untuk bermasalah karena kangen.. Hahaha.. Aah itu cerita kami.
Ternyata dengan jalanya waktu, kami lebih memahami hak pasangan sebelum mengerti kewajiban diri sendiri, karena dengan mengutamakan hak pasangan kita akan semakin legowo ketika kewajiban untuk kita tidak sempurna tercapai.. Jangan menuntut pasangan untuk melakukan kewajiban, namun menuntut diri sendiri menunaikan hak untuk pasangan.
Naa salah satu kunci yang lainnya adalah komunikasi yang intime, alhamdulillah... Sesibuk apapun kerjaan suami, dan selelah apapun kerjaan dirumah membersamai anak2 dan mengerjakan pekerjaan domestik? Kami masoh di beri kesempatan untuk berdua menikmati malam, atau berdua menikmati angin pagi saat mengantar suami ke tempat bis kerjanya.
Waktu minim yang sangat bermanfaat bagi kami untuk mendiskusikan tentang cara didik anak, mereview cara didik kami ke anak,mengoreksi jika ada kesalahan , dan jikaada keberhasilan yang sudah tercapaipun kami akan dengan bangga mengakui dan memberikan applause kepada diri kami.
Bagi saya, menjadi istri bukan yang harus sami'na wa atho'na sepenuhnya terhadap suami, jadi kami selalu berdiskusi mana yang emang benar... Dan mana yang memang kurang tepat, saya sebagai istri juga memang berani mengungkapkan apa yang ada di pemikiran dan di hati saya, jadi tidak ada lagi yang terpendam diantara kita.. Cieeee. Hehe.
Prinsip suami saya juga alhamdulillah bukan orang yang otoriter, atau bukan tipe suami yang gengsi ketika aturan mainnya bukan yang menjadi pilihan.. Karena baginya juga emak2 jangan di bantah, ketika salah di perbaiki,ketika benar ikuti aja.. Hahaha
Waktu malam sambil ngopi berdua, setelah anak2 tidur semua, biasanya kami menyempatkan keluar kamar lagi sekedar duduk2 di teras menikmati udara malam, sambil membahas apa saja, bener2 apa saja, bukan hanya cara mendidik anak2. Karena dengan kita memiliki pasangan untuk berbagi, kita juga serasa tak perlu lagi untuk berbagi di sosmed atau ke yang lainnya.
Ada jalan dari Alloh, ternyata kami di beri waktu untuk berduaan naek motor berdua tanpa anak2 yang biasanya masih bobo, di beri waktu untuk berpacaran lagi berduaan di motor.. Aah... Berasa masih belum punya anak aja.. Hahaha, merefresh rasa menjadi org tua si krucil terkadang memang perlu berduaan walopun itu harus segera tersadar ketika 20 menit meninggalkan anak2 yang tidur di rumah, hihi. Sebenernya mah ngobrol ga ada habisnya, dan harus segera pulang kerumah lagi, alhamdulillah seringnya juga anak2 masih pules dengan bantalnya masing2. Kalopun sampe kk udh bangun, dia udh tau kalo ibunya ga akan lama akan pulang, dia biasanya lagi duduk di sofa atau lagi mainan sesuatu, kalo sampe si dede yang bangun baru kadang dia nangis sambil ketok2 pintu, atau kadang lagi duduk di kasurnya, atau kadang ketok2 pintu aja :D, setiap anak itu unik dan kita yang harus mengikuti keunikan mereka, karena itu fitrah mereka, bukan mereka yang di paksa mengikuti kita.
Saya masih terus belajar dan belajar bagaimana menjadi orang tua yang benar2 orang tua mendidik dan membersamai mereka.. Yaa mereka anak2 q yang selalu membuat q bangga.. Takjub dan bahagia.
Ternyata dengan jalanya waktu, kami lebih memahami hak pasangan sebelum mengerti kewajiban diri sendiri, karena dengan mengutamakan hak pasangan kita akan semakin legowo ketika kewajiban untuk kita tidak sempurna tercapai.. Jangan menuntut pasangan untuk melakukan kewajiban, namun menuntut diri sendiri menunaikan hak untuk pasangan.
Naa salah satu kunci yang lainnya adalah komunikasi yang intime, alhamdulillah... Sesibuk apapun kerjaan suami, dan selelah apapun kerjaan dirumah membersamai anak2 dan mengerjakan pekerjaan domestik? Kami masoh di beri kesempatan untuk berdua menikmati malam, atau berdua menikmati angin pagi saat mengantar suami ke tempat bis kerjanya.
Waktu minim yang sangat bermanfaat bagi kami untuk mendiskusikan tentang cara didik anak, mereview cara didik kami ke anak,mengoreksi jika ada kesalahan , dan jikaada keberhasilan yang sudah tercapaipun kami akan dengan bangga mengakui dan memberikan applause kepada diri kami.
Bagi saya, menjadi istri bukan yang harus sami'na wa atho'na sepenuhnya terhadap suami, jadi kami selalu berdiskusi mana yang emang benar... Dan mana yang memang kurang tepat, saya sebagai istri juga memang berani mengungkapkan apa yang ada di pemikiran dan di hati saya, jadi tidak ada lagi yang terpendam diantara kita.. Cieeee. Hehe.
Prinsip suami saya juga alhamdulillah bukan orang yang otoriter, atau bukan tipe suami yang gengsi ketika aturan mainnya bukan yang menjadi pilihan.. Karena baginya juga emak2 jangan di bantah, ketika salah di perbaiki,ketika benar ikuti aja.. Hahaha
Waktu malam sambil ngopi berdua, setelah anak2 tidur semua, biasanya kami menyempatkan keluar kamar lagi sekedar duduk2 di teras menikmati udara malam, sambil membahas apa saja, bener2 apa saja, bukan hanya cara mendidik anak2. Karena dengan kita memiliki pasangan untuk berbagi, kita juga serasa tak perlu lagi untuk berbagi di sosmed atau ke yang lainnya.
Ada jalan dari Alloh, ternyata kami di beri waktu untuk berduaan naek motor berdua tanpa anak2 yang biasanya masih bobo, di beri waktu untuk berpacaran lagi berduaan di motor.. Aah... Berasa masih belum punya anak aja.. Hahaha, merefresh rasa menjadi org tua si krucil terkadang memang perlu berduaan walopun itu harus segera tersadar ketika 20 menit meninggalkan anak2 yang tidur di rumah, hihi. Sebenernya mah ngobrol ga ada habisnya, dan harus segera pulang kerumah lagi, alhamdulillah seringnya juga anak2 masih pules dengan bantalnya masing2. Kalopun sampe kk udh bangun, dia udh tau kalo ibunya ga akan lama akan pulang, dia biasanya lagi duduk di sofa atau lagi mainan sesuatu, kalo sampe si dede yang bangun baru kadang dia nangis sambil ketok2 pintu, atau kadang lagi duduk di kasurnya, atau kadang ketok2 pintu aja :D, setiap anak itu unik dan kita yang harus mengikuti keunikan mereka, karena itu fitrah mereka, bukan mereka yang di paksa mengikuti kita.
Saya masih terus belajar dan belajar bagaimana menjadi orang tua yang benar2 orang tua mendidik dan membersamai mereka.. Yaa mereka anak2 q yang selalu membuat q bangga.. Takjub dan bahagia.
Komunikasi intime dengan pasangan adalah salah satu kunci mendidik anak
Alhamdulillah.... Sudah 5 tahun usia pernikahan kami, udah ada 2 krucil yang menemani kami, mungkin di awal pernikahan kami masih banyak yang perlu di adaptasi, atau ada sifat yang perlu di pahami, hingga terkadang terjadi kesalahpahaman atau terjadi misskomunikasi, tapi seiring berjalan... Kami selalu memperbaiki diri, semakin belajar... Saya rasa 5 tahun sudah cukup membuat rumah tangga kami kpk sekarang damai tentrem, kayak jarang banget konflik, malah kadang seakan mencari2 problem untuk bermasalah karena kangen.. Hahaha.. Aah itu cerita kami.
Ternyata dengan jalanya waktu, kami lebih memahami hak pasangan sebelum mengerti kewajiban diri sendiri, karena dengan mengutamakan hak pasangan kita akan semakin legowo ketika kewajiban untuk kita tidak sempurna tercapai.. Jangan menuntut pasangan untuk melakukan kewajiban, namun menuntut diri sendiri menunaikan hak untuk pasangan.
Ternyata dengan jalanya waktu, kami lebih memahami hak pasangan sebelum mengerti kewajiban diri sendiri, karena dengan mengutamakan hak pasangan kita akan semakin legowo ketika kewajiban untuk kita tidak sempurna tercapai.. Jangan menuntut pasangan untuk melakukan kewajiban, namun menuntut diri sendiri menunaikan hak untuk pasangan.
Rabu, 18 Januari 2017
Perlu di kepoin lebih nih praktisi praktisi ini
Semakin banyak belajar... Semakin ketemu dengan orang2 hebat, semakin bertanya siapa sih org ini... Siapa sih... Siapa siih kenapa siih.. Aah banyak sekali.. Dan bagi saya mereka2 ini adalah guru, motivator, inspirator bagi saya dalam mendidik anak2 saya di rumah.. Tapi ada juga yang sering di ikutin grub nya, sering muncul namanya, tapi masih kurang paham siapa sih beliau? Aiih cuma tau beliu founder komunitas X misalnya.
Praktisi2 pembelajar yang saya ikutin atau Pengen saya kepoin lebih saat ini, misalnya ada Mas Aar dan mba lala, ada ibu septi wulandari dan pak dodik, abah rama royani, ust harry santosa, teh kiki barkiah, teh patra, teh devi dari familia kreativa, umama, selain dari beberapa buku2 parenting lainya yang memang belajar online tanpa buku tetap terasa hambar.. Hehehe
Praktisi2 pembelajar yang saya ikutin atau Pengen saya kepoin lebih saat ini, misalnya ada Mas Aar dan mba lala, ada ibu septi wulandari dan pak dodik, abah rama royani, ust harry santosa, teh kiki barkiah, teh patra, teh devi dari familia kreativa, umama, selain dari beberapa buku2 parenting lainya yang memang belajar online tanpa buku tetap terasa hambar.. Hehehe
Perlu di kepoin lebih nih praktisi praktisi ini
Semakin banyak belajar... Semakin ketemu dengan orang2 hebat, semakin bertanya siapa sih org ini... Siapa sih... Siapa siih kenapa siih.. Aah banyak sekali.. Dan bagi saya mereka2 ini adalah guru, motivator, inspirator bagi saya dalam mendidik anak2 saya di rumah.. Tapi ada juga yang sering di ikutin grub nya, sering muncul namanya, tapi masih kurang paham siapa sih beliau? Aiih cuma tau beliu founder komunitas X misalnya.
Praktisi2 pembelajar yang saya ikutin atau Pengen saya kepoin lebih saat ini, misalnya ada Mas Aar dan mba lala, ada ibu septi wulandari dan pak dodik, abah rama royani, ust harry santosa, teh kiki barkiah, teh patra, teh devi dari familia kreativa, umama, selain dari beberapa buku2 parenting lainya yang memang belajar online tanpa buku tetap terasa hambar.. Hehehe
Praktisi2 pembelajar yang saya ikutin atau Pengen saya kepoin lebih saat ini, misalnya ada Mas Aar dan mba lala, ada ibu septi wulandari dan pak dodik, abah rama royani, ust harry santosa, teh kiki barkiah, teh patra, teh devi dari familia kreativa, umama, selain dari beberapa buku2 parenting lainya yang memang belajar online tanpa buku tetap terasa hambar.. Hehehe
Langganan:
Postingan (Atom)







